Pendidikan Gratis Hanya Slogan

YOGYAKARTA -Program pendidikan gratis yang selama ini, didengung-dengungka n ternyata hanya slogan dan sama sekali belum terlaksana. Karena masih banyak sekolah-sekolah yang justru bayar uang SPP-nya cukup mahal.

Hal itu dikemukakan Ketua Majelis Luhur Tamansiswa Jenderal (Purn) Ki Tyasno Sudarto pada sarasehan pendidikan di Pendopo Tamansiswa, Yogyakarta, Selasa (12/5).

Tyasno juga mengkritik konsep pendidikan gratis yang akhir-akhir ini sering muncul di berbagai iklan di media massa baik cetak maupun elektronik. Karena iklan itu sama sekali tidak sesuai dengan kenyataan yang ada.

”Pendidikan gratis jangan hanya slogan saja, apalagi ini menjelang pemilu. Hanya bikin rakyat senang. Padahal itu belum terlaksana,’ ‘ tegas dia.

Sebenarnya mengenai pendidikan gratis tidak perlu diiklankan. Namun bagaimana agar hal ini bisa segera dirasakan oleh seluruh rakyat. Ia juga mempertanyakan, apakah nantinya pendidikan gratis itu juga meliputi seluruh aspek.

”Yang gratis itu hanya SPP saja atau lainnya juga? Jangan-jangan nanti masih kena uang gedung, seragam, uang praktek dan pungutan lainnya. Kalau itu yang terjadi, sama aja bohong,” kata dia.

Ia mengutip ajaran Ki Hajar Dewantara bahwa dalam pendidikan itu yang lebih penting adalah bagaimana agar pendidikan bisa merata di seluruh Indonesia jadi bukan hanya peningkatan kualitas pendidikan saja. Kenyataannya saat ini pendidikan belum merata dan tidak semua masyarakat bisa mengenyam bangku pendidikan.

”Konsep Ki Hajar Dewantara itu, bukan hanya peningkatan kualitas pendidikan saja, melainkan lebih mementingkan pemerataan dan penyebaran pendidikan. Hal itulah yang sekarang masih didukung Tamansiswa,’ ‘ ungkap Tyasno.-

Advertisement

Comments are closed.

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.